penyakit autoimun

Tahitian Noni untuk autoimun | O821.3OO1.1945

Obat Alami Autoimun | Hp.O821.3OO1.1945 | Tahitian Noni

In fo Tahitian Noni Juice klik, https://wa.me/6282130011945, obat penyakit autoimun, obat alami penyakit autoimun, obat tradisonal penyakit autoimun,

Dokter mengatakan kepada anda bahwa anda terserang Lupus, Psoriasis, Rhematoid Artritis danVitiligo ? Itu berarti anda mengidap penyakit Autoimun. Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Dont’ be Panic / jangan panik, Tahitian Noni Original – TNO, Tahitian Noni Extra – TNE, dan Tahitian Noni Maxidoid – TNM dapat digunakan sebagai herbal alami untuk Penyakit Autoimun. Obat Herbal tradisional ini Aman, Alami dan Ampuh.

Autoimmune Diseases - Tahitian Noni untuk autoimun | O821.3OO1.1945

#obatalamipenyakitautoimun, #obatherbalpenyakitautoimun, #obatpenyakit autoimun, #obattradisionalpenyakitautoimun

Apa itu penyakit Autoimun ?

Fungsi sistem kekebalan tubuh (imun sistem) adalah melindungi tubuh dengan merespons invasi / serangan mikroorganisme seperti virus atau bakteri. Sistem ini bekerja dengan dengan memproduksi antibodi atau limfosit (sel darah putih). Namun dalam kasus autoimun, sel-sel kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel yang seharusnya dilindungi. Inilah penyebab munculnya penyakit autoimun. Sel sel tubuh berbalik menyerang sel sel tubuh yang sehat. Jadi,  Sistem kekebalan tubuh mestinya menjaga tubuh dari serangan organisme asing. Akan tetapi dalam kasus auto imun sistem kekebalan tubuh melihat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing, karena itu diinvasi kembali. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ tubuh saraf, otot, otak, kulit, paru-paru, ginjal, sendi, mata, jantung, kelenjar, pembuluh darah dan saluran pencernaan.

Menurut American Autoimmune Related Diseases Association Inc. (AARDA) setidaknya terdapat sekitar 100an jenis penyakit autoimun diataranya :

  Achalasia   Addison’s diseas   Adult Still’s disease   Agammaglobulinemia   Alopecia areata   Amyloidosis  Ankylosing spondylitis   Anti-GBM/Anti-TBM nephritis  Antiphospholipid syndrome   Autoimmune angioedema   Autoimmune dysautonomia   Autoimmune encephalomyelitis  Autoimmune Penyakit Autoimun   Autoimmune inner ear disease (AIED)   Autoimmune myocarditis   Autoimmune oophoritis   Autoimmune orchitis   Autoimmune pancreatitis   Autoimmune retinopathy   Autoimmune urticaria    Axonal & neuronal neuropathy (AMAN)   Baló disease   Behcet’s disease   Benign mucosal pemphigoid   Bullous pemphigoid   Castleman disease (CD)   Celiac disease   Chagas disease   Chronic inflammatory demyelinating polyneuropathy (CIDP)  Chronic recurrent multifocal osteomyelitis (CRMO)   Churg-Strauss Syndrome (CSS) or Eosinophilic Granulomatosis (EGPA)   Cicatricial pemphigoid   Cogan’s syndrome   Cold agglutinin disease   Congenital heart block   Coxsackie myocarditis   CREST syndrome   Crohn’s disease   Dermatitis herpetiformis   Dermatomyositis   Devic’s disease (neuromyelitis optica)   Discoid lupus   Dressler’s syndrome   Endometriosis   Eosinophilic esophagitis (EoE)   Eosinophilic fasciitis   Erythema nodosum   Essential mixed cryoglobulinemia   Evans syndrome   Fibromyalgia   Fibrosing alveolitis   Giant cell arteritis (temporal arteritis)   Giant cell myocarditis  Glomerulonephritis   Goodpasture’s syndrome   Granulomatosis with Polyangiitis   Graves’ disease   Guillain-Barre syndrome   Hashimoto’s thyroiditis   Hemolytic anemia  Henoch-Schonlein purpura (HSP)   Herpes gestationis or pemphigoid gestationis (PG)   Hidradenitis Suppurativa (HS) (Acne Inversa)   Hypogammalglobulinemia   IgA Nephropathy   IgG4-related sclerosing disease   Immune thrombocytopenic purpura (ITP)   Inclusion body myositis (IBM)   Interstitial cystitis (IC)   Juvenile arthritis   Juvenile diabetes (Type 1 diabetes)   Juvenile myositis (JM)   Kawasaki disease   Lambert-Eaton syndrome   Leukocytoclastic vasculitis   Lichen planus   Lichen sclerosus   Ligneous conjunctivitis   Linear IgA disease (LAD)   Lupus   Lyme disease chronic   Meniere’s disease   Microscopic polyangiitis (MPA)   Mixed connective tissue disease (MCTD)   Mooren’s ulcer   Mucha-Habermann disease   Multifocal Motor Neuropathy (MMN) or MMNCB   Multiple sclerosis   Myasthenia gravis   Myositis   Narcolepsy   Neonatal Lupus   Neuromyelitis optica   Neutropenia   Ocular cicatricial pemphigoid   Optic neuritis   Palindromic rheumatism (PR)   PANDAS   Paraneoplastic cerebellar degeneration (PCD)   Paroxysmal nocturnal hemoglobinuria (PNH)   Parry Romberg syndrome   Pars planitis (peripheral uveitis)   Parsonage-Turner syndrome   Pemphigus   Peripheral neuropathy   Perivenous encephalomyelitis  Pernicious anemia (PA)   POEMS syndrome   Polyarteritis nodosa   Polyglandular syndromes type I, II, III   Polymyalgia rheumatica   Polymyositis   Postmyocardial infarction syndrome   Postpericardiotomy syndrome   Primary biliary cirrhosis   Primary sclerosing cholangitis   Progesterone dermatitis   Psoriasis   Psoriatic arthritis   Pure red cell aplasia (PRCA)   Pyoderma gangrenosum   Raynaud’s phenomenon   Reactive Arthritis   Reflex sympathetic dystrophy   Relapsing polychondritis   Restless legs syndrome (RLS)   Retroperitoneal fibrosis   Rheumatic fever   Rheumatoid arthritis   Sarcoidosis   Schmidt syndrome   Scleritis   Scleroderma   Sjögren’s syndrome   Sperm & testicular autoimmunity   Stiff person syndrome (SPS)   Subacute bacterial endocarditis (SBE)   Susac’s syndrome   Sympathetic ophthalmia (SO)   Takayasu’s arteritis   Temporal arteritis/Giant cell arteritis   Thrombocytopenic purpura (TTP)   Tolosa-Hunt syndrome (THS)   Transverse myelitis   Type 1 diabetes   Ulcerative colitis (UC)   Undifferentiated connective tissue disease (UCTD)   Uveitis   Vasculitis   Vitiligo   Vogt-Koyanagi-Harada Disease

Apa Penyebab Penyakit Autoimun ?

Sekalipun mekanisme kerja penyakit autoimun telah dikenali di dunia medis, sampai sekarang ini belum diketahui pasti penyebabmunculnya penyakit Autoimun. Sekalipun demikian, beberapa hal bisa menjadi penyebab kemungkinan seseorang terserang penyakit ini. Penyebab atau Risiko tersebut adalah Etnis tertentu, penyakit Diabetes tipe 1 kerap menyerang penduduk eropa sementara untuk penduduk afrika-amerika atau amerika latin kerap terserang lupus. Gender,  wanita lebih kerap diserang penyakit autoimun dibanding pria. Lingkungan, paparan cahaya matahari, bahan kimia, infeksi virus dan bakteri, bisa membuat seseorang terserang penyakit autoimun. Riwayat keluarga, memiliki orang tua atau leluhur yang mengidap penyakit autoimun.

Apa Gejala Penyakit Autoimun ?

Dari ke 100an jenis penyakit autoimun di atas, memiliki gejala-gejala yang berbeda.  Akan tetapi dari berbagai gejala itu terdapat gejala yang kurang lebih sama yakni Sulit dalam berkonsentrasi, Kelelahan, Pegal otot, Demam ringan, Rambut rontok, Kesemutan di tangan dan kaki, Ruam kulit. Penyakit autoimun dengan gela yang biasa dikenali gejalanya, adalah: Psoriasis, gejalanya adalah kulit bersisik. Lupus, memiliki gejala seperti demam, nyeri sendi, ruam kulit, kulit sensitif, sariawan, bengkak pada tungkai, sakit kepala, kejang, nyeri dada, sesak napas, pucat, dan perdarahan. Penyakit Graves, gejalanya adalah kehilangan berat badan, mata menonjol, gelisah, rambut rontok, jantung berdebar. Multiple sclerosis, umumnya gejalanya seperti merasa nyeri, lelah, otot tegang, gangguan penglihatan, dan kurangnya koordinasi tubuh. Kolitis ulseratif dan Crohn’s disease, gejala gejalanya dalah nyeri perut, diare, BAB berdarah, demam, dan penurunan berat badan. Rheumatoid arthritis, gejala yang bisa dirasakan meliputi nyeri sendi, radang sendi, dan pembengkakan.

Meskipun gejala – gejala tadi bisa dirasakan oleh penderita, akan tetapi tidak dengan serta merta seorangdokter dengan mudah untuk mendiagnosis penyakit autoimun. Untuk memastikan gejal-gejala yang muncul dokter akan menyarankan tes untuk mengetahui apakah seseorang terserang penyakit autoimun tertentu. Salah satunya adalah dengan tes ANA (antinuclear antibody) dan tes untuk mengetahui peradangan yang mungkin ditimbulkan penyakit autoimun.

Secara mandiri, dengan mengenali gejala-gejala diatas, seseorang dapat melakukan beberpa langkah untuk mengenali apakh dia terserang penyakit auto imun atau tidak. Karena beberapa langkah dapat dilakukan yakni :

  • Pastikan apak ada riwayat penyakit ini dalam keluarga anda
  • Catat dan kenali dengan membaut daftar gejala yang dialami
  • Minta rujukan dokter
  • Lakukan pemeriksaan klinis menyeluruh
  • Jangan puas dengan salah satu hasil diagonosis. Dapatkan opini kedua, ketiga, dan bahkan keempat
  • Jaln relasi baik dengan dokter yamng menangani anda sehingga dengan mudah anda menkomunikasikan munculnyanya gejala yang ada atau gejala-gejala baru
  • Belajar hidup dengan kondisi atau spesifikasi penyakit autoimun. Hal ini membantu untuk mengatur pola makan, pola hidup / aktifitas sehari-hari
  • Jangan menyerah untuk mendapatkan diagonosis yang tepat

Khusus untuk pola makan, anda dapat mengatur Asupan Makanan yang tepat. Sedapat mungkin konsumsilah makanan organik untuk menjaga sel tubuh sehat. Makanan organik sangat minim bahan kimia. Hindarilah makan-makanan olahan terutama yang berpengawet. Orang dengan autoimun (ODAI) kerap kembali terserang penyakit hanya karena lalai dalam mengatur pola asupan makanan sehat bebas kimia. Makanan yang kaya akan serat sangat baik untuk mengurangi gejala penyakit autoimun seperti buah-buahan, biji-bijian utuh, sayuran hijau. Serat merupakan salah satu solusi preventif alami dalam melawan penyakit autoimun. Sebab bagaimanapun tubuh tetap membutuhkan banyak nutrisi.

Apa Obat Penyakit Autoimun ?

Pengobatan penyakit autoimun dilakukan sesuai dengan gejala penyakit yang diderita pasien. Untuk mengatasi persoalan nyeri, penderita autoimun biasanya diberikan obat penghilang nyeri sepert aspirin atau ibuprofen. Akan tetapi dalam kasus tertentu beberapa penderita autoimun mengalami masalah ketika diberikan obat kimia untuk penghilang rasa nyeri. Bila rasa nyeri sembuh maka muncul masalah lain seperti bengkak-bengkak pada organ  tubuh lain. Selain pemeberian obat penghilang nyeri, penderita auto imun juga bisa menjalani terapi pengganti hormon jika menderita penyakit autoimun yang menghambat produksi hormon dalam tubuh. Pemberian suntukan insulin pada penderita diabetes militus merupakan contoh dari tindakan ini. Untuk menekan fungsi sistem kekabaln tubuh, biayasanya juga diberikan obat seperti kortikosteroid. Obat ini digunakan untuk membantu menghambat perkembangan penyakit dan memelihara fungsi organ tubuh.

Secara alami, Obat Herbal Penyakit Autoimun Alami biasanya menggunakan tanaman obat  yang ada di alam sekitar manusia. Salah satunya adalah tanaman morinda / Noni. Tanaman ini adalah tanaman obat yang digunakan masyarakat tahiti di kepulauan Frenc Polinesia. Berbagai penyakit disembuhkan dengan noni. Khasiat buah noni (morinda citrifolia) pertama kali secara medis / sains ditemukan oleh Dr. Ralph Heinicke. Dalam peneltiannya menemukanberbagai kandungan zat bioaktif yang membantu pemulihan kesehatan manusia. Obat Tradisional Buah Noni kemudian dikembangkan oleh John Wadsworth, pendiri Tahitian Noni International pada tahun 1995. Perusahaan ini kemudian melahirkan Juice yang dikenal dengan Tahitian Noni Original – TNO, Tahitian Noni Extra – TNE, dan Tahitian Noni Maxidoid – TNM

Khasiat Tanaman Noni dari Tahiti diperkuat oleh Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, ketua pusat studi obat bahan alam Fakultas MIPA Universitas Indonesia. Menurutnya noni yang terkenal kualitasnya berasal dari kepuluauan Tahiti Nui (Perancis Selatan) yang dikenal dengan

Tahitian Noni. Prof. Sumali menambahkan bahwa manfaat noni bisa mematikan mikroba, melancarkan buang air besar, melancarkan keluarnya air seni, meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi radang dan alergi, dan menumpas sel kanker.

Terkait dengan penyakit Penyakit Autoimun, Dr. Sumali Wiryowidagdo, mengemukakan bahwa noni dapat meningkatkan resistensi tubuh terhadap stres fisik, kimia, dan biologi. Terlebih, noni mengandung imunostimulan, yakni sebagai bahan yang mengaktifkan mekanisme pertahanan tubuh non spesifik terhadap infeksi terutama virus dan bakteri patogen.

 “ Dalam penelitian di laboratorium, tikus yang memiliki tumor, dapat bertahan hidup dua kali lebih lama ketika jus Noni disuntikkan ke perutnya. Bahan senyawa bioaktif tanaman Noni dapat membantu menghentikan sel-sel normal berubah menjadi sel kanker. Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa ekstrak buah noni dapat menghasilkan respon penghilang rasa sakit dan anti-inflamasi pada tikus “

morinda.corp

Tindakan medis terhadap penderita Penyakit Autoimun bisa dikombinasikan dengan pengobatan tradisional dengan menggunakan herbal alami. Tahitian Noni Juice dapat menjadi salah satu pilihan.

Mengapa tahitian noni baik bagi penderita Penyakit Autoimun ?

Untuk membantu proses pemulihan pasca operasi Penyakit Autoimun ataupun dalam proses pemulihan, Tahitian Noni Original – TNO, Tahitian Noni Extra – TNE, dan Tahitian Noni Maxidoid – TNM, dapat ditambahkan.  Herbal tradisional untuk Penyakit Autoimun ini Aman, Alami dan Ampuh.

Kandungan Tahitian Noni Juice yang dapat ber-Manfaat bagi Penderita Auto Imun:

noni 1 botol - Tahitian Noni untuk autoimun | O821.3OO1.1945
manfaat tahitian noni original – tno
  • Antioxidants repair skin and avoid damage body due to age-related disorders.
  • Anti-inflammatory reduces swelling due to infections or injury.
  • Antibacterial strengthens the body against infectious bacteria such as Staphylococcus, E-coli, Salmonella and Sigel. These antibacterial components are Acubin, Alizarin, Asperuloside and Anthraquinone.
  • Vitamin C helps fortify the immune system.
  • Serotonin prevents moodiness and lowers blood pressure.
  • Scopoletin helps dilate the blood vessels; it also has antifungal, antihistamine and anti-inflammatory properties.
  • Natural enzymes helps in the proper functioning of the digestive tracts.
  • Anthraquinone, Damnacanthal and Selenium destroy Cancer cells – pembunuh sel kanker.
  • Beta Sitosterol, Noni-ppt and limonene prevent Cancer cell actions – bertugas menghentikan penyebaran kanker
  • Polysaccharides stimulate the white blood cells and build up the immune system – merangsang sel-sel darah putih dan bagian lain dari sistem kekebalan tubuh
  • Proxeronine and Xeronine help expand the cell membranes for better nutrient absorption – memperbesar membran sel sehingga sel dapat lebih menyerap nutrisi,  mempermudah perbaikan sel rusak dan mengganti sel tubuh yang sudah mati.
  • Nitric oxide reduces the growth of tumor, inhibits the radical duplication of Cancer cells and reduces the risk of diabetic hypertension.

Takaran Tahitian Noni Original – TNO Untuk Autoimun

• 60ml x 8 yaitu diberikan per 2 jam 60 ml

Takaran Tahitian Noni Extra – TNE Untuk Autoimun

• 60ml x 6 yaitu diberikan per 3 jam 60 ml

Takaran Tahitian Noni Maxidoid- TNM Untuk Autoimun

• 60ml x 5 yaitu diberikan per 4 jam 60 ml

Untuk mempercepat penyerapan kandungan bioaktiv tahitian noni juice masuk ke dalam tubuh , maka pastikan mengkonsumsi air hangat secukupnya sesaat setelah minum juice noni

Testimoni Tahitian Noni Untuk Autoimun : (Immunologic Thrombocytopenia Purpura)

Sekitar tahun 1973, di usia 23 tahun, tepatnya 3 tahun setelah melahirkan anak pertama, Ibu Kurniasih sudah merasakan sakit dengan ditandai oleh penurunan stamina, kadangkadang pendarahan di gusi dan muncul bercak lebam ditubuh. Sekitar tahun 1995, beliau masuk rumah sakit karena kondisi fisik yang terus menurun, pendarahan di gusi yang terus menerus, dan demam. Dari 2 rumah sakit yang ada di Kuningan dan Cirebon, Ibu Kurniasih dirujuk untuk berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung atau RSCM Jakarta.

Kurniasih Autoimun - Tahitian Noni untuk autoimun | O821.3OO1.1945
testimoni tahitian noni original untuk Autoimun

Di RSCM Jakarta, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan sampai dengan pengambilan sumsum tulang belakang, Dokter memberi keterangan bahwa produksi trombosit dalam tubuh Ibu mengalami kerusakan sehingga tidak maksimal. Dari pengobatan yang diberikan, Ibu merasa kondisi tubuhnya lebih baik, tetapi efek sampingnya ternyata badan menjadi lebih gemuk (penuh cairan) serta moon face. Untuk mengimbangi obat-obat kimia, maka berbagai cara pengobatan alternatif pun (pengobatan herbal) dilakukan, tetapi hasilnya tidak maksimal.

Tepatnya pada bulan Februari 2008, pada saat Ibu sedang berkunjung ke rumah salah satu anaknya di Tangerang, kondisi Ibu drop, muntah-muntah dan jatuh di kamar mandi. Sempat mengalami anfal di RS. Husada Insani, Tangerang. Kemudian, dokter ahli saraf, mengatakan kalau Ibu sudah mengalami pendarahan di otak (berdasarkan CT Scan ada 5 titik) dan Ibu tidak sadarkan diri. Trombosit pada saat itu adalah 14.000. Dokter internis darah menyebutkan bahwa nama penyakit Ibu itu ITP (Immunologic Thrombocytopenia Purpura). Dalam kasus ITP, trombosit dalam tubuh penderita dianggap sebagai “makhluk asing” yang akan selalu dihabiskan oleh autoimunenya.

Pada saat cari informasi di internet, tanpa disengaja, saya menemukan TNBB. Tanpa berpikir panjang saya langsung menghubungi contact person yang tercantum dalam website tersebut yaitu Pak Piter. Keesokan harinya saya langsung menemui Pak Piter untuk mendapatkan penjelasan tentang kehebatan TNBB dan dosis pemakaiannya (30 ml/1 jam), serta informasi yang lebih penting bahwa produk TNBB tidak bertentangan dengan pengobatan kimia dari dokter (menimbulkan efek lebih maksimal karena TNBB juga berfungsi sebagai anti oksidan). Walaupun saat itu saya tidak terlalu fokus mendengarkannya, karena saya sedang mabuk (hamil muda), tanpa buang waktu akhirnya saya masuk menjadi member dan membeli TNBB 1 case (4 liter). Tanpa menghiraukan larangan dokter RS untuk memberikan makanan atau obat – obatan dari luar, setiap 1 jam kami memberikan Ibu TNBB dengan disuapin melalui sendok karena saat itu Ibu tidak sadarkan diri. Setiap harinya kami selalu pantau hasil pemeriksaan trombositnya.

Sebagai informasi: Tanggal 3 Februari 2009 jumlah trombosit 14.000, tanggal 4 Februari 2009 jumlah trombosit 10.000, tanggal 5 Februari 2009 jumlah trombosit 147.000 dan tanggal 10 Februari 2009 jumlah trombosit 257.000 sehingga Ibu diperbolehkan pulang. Ajaib dan sangat mukzijat sekali, karena setelah Ibu dinyatakan mengidap penyakit ITP, trombosit Ibu tidak pernah mencapai diatas 100.000.

Karena menganggap Ibu sdh sembuh dan TNBB dirasakan lumayan mahal bagi saya saat itu, kami menjadi kurang perhatian dan hanya membelikan Ibu TNBB ala kadarnya saja, itupun kadang-kadang saja. Akibat kelalaian itu, akhirnya pada bulan September 2009 (7 bulan kemudian), bersamaan dengan saya melahirkan, Ibu anfal lagi di Kuningan, Cirebon dan masuk ICU, dengan jumlah trobosit hanya 1.000. Ibu mengalami pendarahan di seluruh tubuhnya, buang air besar darah, buang air kecil darah, meludah darah. Saat itu Ibu seperti zombie, bagian mata yang berwarna putih sudah berubah merah karena pendarahan dan di tubuhnya pun banyak lebam di mana-mana. Tanpa pikir panjang kami memberikan IbuTNBB dengan cara yang sama dengan pada saat mengalami anfal pertama kalinya.

Alhamdullilah, keajaiban datang untuk yang kedua kalinya, hanya 1 minggu Ibu dirawat di RS dan setelah itu Ibu dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Berpegang dari pengalaman pertama, kami sepakat untuk selalu memberikan Ibu TNBB secara rutin (30ml/1-2 kali sehari) hingga saat ini.

Saya percaya atas izin Allah SWT, melalui TNBB lah Ibu sekarang dalam keadaan sehat walafiat, bahkan daya tahan tubuhnya sangat stabil, dimana pada waktu dulu :

– Jika digigit nyamuk saja bisa meninggalkan lebam yang lama, sekarang terbenturpun tidak ada lebam sama sekali.

– Jika sholat tidak bisa ruku dan sujud, sekarang sholat tarawihpun berdiri.

– Jika di lingkungan ada yang terserang sakit flu, Ibu langsung drop, sekarang tidak pernah terpengaruh dengan kondisi lingkungan

– Jika mendengar ada berita yang menyedihkan atau mengagetkan langsung keluar darah dari gusi atau mimisan, sekarang menjadi orang yang sangat kuat.

Cara Pemesanan Obat Herbal Autoimun alami sangat mudah,

Anda cukup ketik :

NAMA LENGKAP # ALAMAT LENGKAP # NO TLP  

Contoh :

Tri Ridwan Mulyadi # Jl. Thamrin no 9 Rt. 01 Rw 02. Daerah Khusus Ibukota Jakarta # O819.9OO9.99O9  # 2 Paket Maxidoid

Lalu kirim Via SMS/Wa : ke Hp.O821.3OO1.1945

Prosedur Pengiriman :

  1. Kami akan kirim Tahitian Noni Juice Anda Via Ekspedisi Khusus dari Kantor Pusat Morinda Jakarta – ke Alamat rumah Anda
  2. Atau kami kirim VIA layanan Ojek Online – GoSEND
  3. Untuk Transfer Dana Anda bisa kirim ke Rek BCA atau Mandiri :

Prosedur pengiriman Tahitian Noni Via Ekspedisi / Gosend / Ojek Online akan segera kami lakukan setelah Anda telah mentransfer dana / membayar terlebih dahulu sesuai pesanan. Kami memberikan layanan Asuransi Pengiriman 100 % atau GARANSI UANG KEMBALI terhadap pesanan Tahitian Noni Juice yang kami kirim apabila barang tidak sampai ke alamat Anda.

rekening morinda - Tahitian Noni untuk autoimun | O821.3OO1.1945

Tuhan menyediakan berbagai obat untuk kesembuhan penyakit manusia dengan berbagai tumbuhan herbal yang ada di alam, termasuk Herbal Autoimun Tahitian Noni

tri dharma

Barangsiapa tekun mencari akan menemukannya

Doa kami untuk kesehatan anda

Salam Sehat dan Semangat Selalu

Bp.Tri Dharma | Hp. O821.3OO1.1945

Konsultan Produk Obat Herbal Autoimun Alami

Tahitian Noni Juice

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *